Mengandung Unsur Rasisme, 5 Game Populer Ini Kontroversial

Tanpa disadari, beberapa produsen game menyisipkan unsur kontroversial ke dalam game yang mereka buat, termasuk unsur rasisme.

Dinar Surya Oktarini

Posted: Selasa, 21 April 2020 | 16:30 WIB
Ilustrasi bermain game. (Unsplash/Hardik Sharma)

Ilustrasi bermain game. (Unsplash/Hardik Sharma)

Hitekno.com - Game dibuat untuk mengisi waktu luang sekaligus hiburan kepada para pemainnya. Namun beberapa produsen game menyisipkan unsur kontroversial ke dalam game yang mereka buat, termasuk unsur rasisme. 

Berikut ini lima game yang terbukti memuat unsur rasisme yang pernah ada, dilansir laman Gamingbolt, Selasa (21/4/2020).

Bioshock Infinite

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ekuador Alami Gelombang Besar Kematian karena COVID-19?

Dirilis pada 2013 untuk platform Microsoft Windows, Mac, PlayStation 3, dan Xbox 360. Seri Bioshock yang satu ini sebenarnya diapresiasi karena menerima beberapa penghargaan bergengsi, khususnya dari segi plot cerita dan grafis.

Bioshock Infinite. [Gamingbolt]
Bioshock Infinite. [Gamingbolt]

Meski begitu, banyak orang yang memainkan game ini menilai adanya unsur rasisme yang begitu kental di dalamnya. Mereka berasumsi, game tembak-tembakan ini sangat merendahkan orang-orang berkulit hitam. Di sisi lain, orang berkulit putih dianggap paling superior.

Ethnic Cleansing

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Italia Menyerah Lawan COVID-19?

Dari judul gamenya saja sudah terpampang jelas. Game bertema pembunuhan ini dirilis pada 2002 oleh Resistance Records.

Meskipun sekilas game bergenre FPS (First Person Shooter) ini terlihat normal, namun game ini mempertontonkan perilaku rasisme yang kental.

Pasalnya, pemain bakal mengemban tugas sebagai seorang tentara Nazi yang bertugas membunuh orang-orang berkulit hitam dan orang-orang Yahudi.

Baca Juga: Krisis Identitas, Video Kucing Makan Rumput di Kandang Kambing Viral

Ethnic Cleansing. [Gamingbolt]
Ethnic Cleansing. [Gamingbolt]

Tak hanya itu, alur cerita dan adegan yang ditampilkan sangat memojokkan etnis dan ras tertentu. Maka tidak mengherankan jika pengembang game ini menuai banyak kecaman dari para aktivis kemanusiaan.

Berita Terkait
Berita Terkini

MPL Malaysia menjadi kompetisi Mobile Legends yang menarik namun berbeda dari MPL lainnya seperti Indonesia dan Filipina...

games | 06:00 WIB

PBESI menjelaskan rencana mereka membuat event esports di Indonesia yang jauh lebih luar biasa dengan konsep esports Tou...

games | 22:09 WIB

Tim gabungan dari empat pemain Rusia dan satu pemain Jerman ini mampu bertahan sampai empat besar M6 Mobile Legends....

games | 14:49 WIB

Borderlands 4adalahgameBorderlands yang paling ambisius hingga saat ini....

games | 11:17 WIB

Tak hanya Astro Bot dan Balatro yang mendominasi, ada Methapor: ReFantazio yang meramaikan The Game Awards 2024....

games | 12:30 WIB