Hitekno.com - Neovagina adalah pembuatan atau rekonstruksi vagina melalui operasi bedah dengan metode vaginoplasty. Seseorang biasanya menjalani neovagina karena mengidap sindrom MRKH atau interseks.
Neovagina transgender adalah prosedur pembuatan vagina pada seorang transgender, ketika seorang laki-laki ingin memiliki alat kelamin seperti perempuan.
Dalam proses rekonstruksi tersebut, tidak jarang dibutuhkan bagian tubuh lain untuk melengkapi jaringan di Miss V, salah satu bagian tubuh yang banyak digunakan adalah usus besar.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2023 Sudah Bisa Ditengok, Ini Linknya
Seorang transgender yang ingin memiliki bentuk alat kelamin seperti wanita akan melakukan inversi penis atau vaginoplasty penoscrotal. Nantinya, lubang naovaginal akan dibuat di antara kandung kemih, rektum, dan kulit penis penutup skrotum.
Ditinjau secara sains, masalah kesehatan yang kerap ditemukan pada pemilik neovagina transgender adalah penoscrotal vaginoplasty yang bisa menyebabkan keputihan kronis.
Hal ini bisa disebabkan karena proses penyembuhan luka yang tidak sempurna, infeksi, penyakit menular seksual, atau fistula rekto.
Baca Juga: Link Nonton We Have a Ghost, Lagi Trending di Netflix!
Pemilik neovagina transgender harus melakukan pengecekan kesehatan alat kelamin secara rutin. Namun, isu yang kerap dibicarakan terkait neovagina transgender adalah tentang bau feses. Sebenarnya hal tersebut tidak mungkin terjadi kecuali pemilik neovagina transgender melakukan seks anal.
Sebab, meski ada cangkokan jaringan di sana, yang digunakan adalah bagian usus yang tidak mengeluarkan bau feses. Demikianlah pembahasan tentang neovagina transgender yang menjadi viral akhir-akhir ini.
Baca Juga: Muncul di Google Play Console, Samsung Galaxy F14 5G Superior dengan Chipset Exynos 1330
Suara.com/Hillary Sekar Pawestri